Mungkin beberapa diantara kamu setelah membaca judul ini langsung menemukan jawabannya. Dan ya, congrats! Kamu hebat.
Tapi buat kamu yang masih merenungkan jawabannya, baca ini baik-baik.
Kamu harus dan wajib menemukan “value” dalam diri kamu untuk menarik diri dari hal-hal yang kamu gak suka dan yang gak membuat kamu bahagia. Bukankah kebahagiaan dan kedamaian dalam diri kamu adalah tanggung jawab kamu dan kamu berhak mengelolanya dengan baik?
Hal inilah yang terjadi 7 tahun lalu denganku. Waktu itu aku masih sangat muda, baru lulus SMA dan ingin kuliah namun gak punya cukup biaya. Sudah apply beasiswa lanjutan dari SMA, tapi justru dicurangi. Mau gak mau harus kerja di usia yang sangat muda. Waktu itu karena masih sangat muda, minim pengalaman dan pengetahuan, gak bisa milih. Orang gak punya skill, berharap apa? Jadi aku memutuskan kerja sebagai admin kantoran karena pada saat itu, itulah tawaran yang ada. Aku berusaha bekerja dengan baik, lembur untuk belajar lebih, menyesuaikan diri dengan lingkungan yang jauh lebih tua dari aku sampai akhirnya aku berhasil melewatinya dan resign setelah genap 1 tahun bekerja. Setelah itu aku memberanikan diri melamar pekerjaan di bidang baru karena jauh dalam lubuk hatiku, aku percaya bisa melakukan lebih dari ini.
Dan siapa sangka? Waktu itu aku melamar job desk pekerjaan yang sama di 2 perusahaan dan setelah interview di kedua perusahaan tersebut, semuanya menerima lamaranku. Dan ini adalah kali pertama dalam hidupku “aku bisa memilih”.
Karena selama ini aku gak pernah memilih. Aku gak pernah memilih untuk dilahirkan di keluarga yang seperti apa, tiba-tiba sudah dilahirkan di keluarga yang broken home.
Aku juga gak pernah memilih untuk tinggal dengan siapa, tiba-tiba aku harus tinggal dengan orang lain dan bukan dengan orang tuaku.
Oh bukan cuma itu, aku juga enggak pernah memilih untuk sekolah di mana tiba-tiba aku di disekolahkan di negeri dan tiba-tiba dipindahkan ke sekolah swasta. Terakhir, aku tidak pernah memilih untuk bekerja di bidang apa dan tiba tiba ditawarin pekerjaan yang mau gak mau harus aku ambil supaya one day bisa kuliah.
Dan waktu itu aku akhirnya memilih untuk bergabung di sebuah perusahaan di bidang Hospitality dengan jobdes sebagai seorang resepsionis. Ini adalah sebuah pekerjaan termudah yang waktu itu bisa kukerjakan dan yang aku sukai karena waktu itu aku berpikir jika aku menjadi seorang resepsionis aku akan bertemu dengan banyak orang dan aku akan berkomunikasi dengan mereka setiap harinya sehingga itu akan membuat pengetahuan aku bertambah dan menjadi luas.
Dua minggu setelah menjadi seorang resepsionis, aku ditawarkan menjadi seorang sekretaris eksekutif karena waktu itu ada yang resign dan pindah ke cabang di kota lain. Waktu itu aku sangat kaget kenapa seseorang yang newbie seperti aku justru dikasih kesempatan untuk naik bukan mereka yang sudah lama menjadi seorang resepsionis di sini. Akhirnya dengan banyak pertimbangan dan diskusi yang panjang dengan atasan, aku memutuskan untuk naik jabatan dan memiliki akses yang setara dengan para eksekutif lainnya di perusahaan itu. Bisa breakfast bareng mereka setiap pagi tanpa harus bayar, meeting dengan para eksekutif lainnya, membahas bisnis perusahaan, dan menghadiri acara-acara penting yang berkaitan dengan relasi perusahaan waktu itu.
Keberhasilan kecil di hari itu membuat aku sadar bahwa it’s okay aku tidak seberuntung orang-orang di luar sana tapi setidaknya aku tau bahwa Ada value yang bisa membuat aku beruntung karena value adalah sesuatu yang dapat aku kendalikan.
Atas semua proses yang terjadi, tujuh tahun kemudian tepatnya hari ini aku sangat bahagia karena aku berhasil menaikkan value yang aku punya sehingga value itu dapat dilihat oleh orang lain dan setiap mereka yang mengajukan atau memberikan penawaran aku selalu mempunyai kesempatan untuk bernegosiasi dan aku selalu mempunyai kesempatan untuk menolak apa yang aku pandang tidak baik untuk diri aku.
Hal ini bukan hanya tentang pekerjaan atau karir, tetapi juga tentang hubungan percintaan, keluarga, dan situasi atau keadaan yang membuat aku tidak nyaman. Karena pada akhirnya value akan membantu kamu untuk membuat boundaries atau batas-batasan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh.
Harapan aku setelah kamu membaca ini, kamu menjadi sadar bahwa jika kamu tidak seberuntung anak-anak di luar sana atau orang tua kamu tidak sekaya orang tua mereka, it’s okay selama kamu punya value yang bisa kamu jual itu akan menyelamatkan kamu di masa depan.
~ selama nafas nadi masih berdetak, masih ada harapan.

